Welcome to my blog. Enjoy!

Welcome to my blog. Enjoy!

Sabtu, 19 Oktober 2013

Dreams come true


Malam yang indah, sejuk terasa dikamar ku. Aku hanya bisa terdiam dikamar ditemani rintik-rintik hujan. Tak ada suara televise, suara lagu ataupun suara orang berbicara. Hanya ada aku dan laptop mini ku ditemani suara jemari-jemariku yang menari diatas keyboard. Untuk kesekian kalinya dimalam minggu ini aku hanya bisa dirumah, mungkin karena  dari minggu kemarin setiap malam minggu selalu digurun hujan. Namun, setiap aku meng scroll down timeline twitter ku banyak sekali teman ku yang meng update mereka sedang berada ditempat-tempat nongkrong atau dimana saja. Apa mungkin hanya aku yang selalu menghabiskan waktu dirumah saja?ah sudahlah aku tak mementingkan itu.
                Sudah berapa lama aku dikamar?hmm setelah liat jam aku baru sadar sudah 5 jam aku terkurung dikamar mini ku ini. Aku memutuskan untuk  turun dan pergi kedapur, mencari sebuah cemilan untuk mengganjal perut ku yang malang ini. Aha! Aku menukan sebuah cokat dan jus instan di lemari pendingin. Aku membawa cemilan dan minuman ini ke kamar. Aku mengambil handphone ku terlebih dahulu di ruang tamu. Lalu aku naik kembali ke atas. Aku membuka handphone ku dan melihat ada 3 panggilan tak terjawab, 5 sms, 2 line dan 1 whatsapp. Dan yang aku kaget itu berasal dari 1 orang yang sama.
                Aku membuka dan membaca tiap demi tiap sms, line, dan whatsapp. Oh Tuhan apakah aku bermimpi? Orang yang aku sukai menanyakan aku dimana dan mengajakku pergi untuk menemaninya nonton film yang baru keluar dari bioskop. Lalu aku melihat jam, masih jam 22.00 WIB. Hmm mami, papi, dan kakak ku sedang berada diluar kota. Jadi bisalah aku pergi pikirku. Aku segera mengetik pesan untuk dia “aku akan segera siap dalam waktu 10, mungkin kamu bisa jemput ku dirumah” lalu aku bersiap-siap. Kaos hitam polos, dengan hotpants lalu flatshoes berwarna biru dongker. Perfect! Dengan sedikit bedak dan pelembab membuat ku tampak lebih fresh. Aku mengambil tas mungil ku dan handphone ku, lalu aku menunggu di ruang tamu.
                Tak lama aku menunggu, klakson mobil berbunyi. Astaga dia ada didepan rumah! Aku berpamitan pada mbok ku dan aku keluar rumah. Dia tampak cool! Dengan baluan jaket jeans,kaos hitam polos, jeans dan sepatu biru dongker. Mengapa bisa cocok gini pakaian yang kami pakai? Apa kami jodoh?haha hayalan semata yang tak akan jadi kenyataan. “kamu cantik malam ini” tidak-tidak apakah aku bermimpi? Aku tau ini mimpi. Aww semut merah baru saja menggigit kaki ku, dan sakit. Artinya aku sedang tidak bermimpi. Aku hanya membalas dengan senyuman. Lalu dia membukakan pintu untuk ku dan kamipun meninggalkan rumah.
                Dalam bioskop banyak sekali pasangan-pasangan muda maupun tua yang ada. Ternyata dia telah memesankan tiket untuk kami berdua. Dan pas! Saat datang studio yang ingin kami tempati baru saja dibuka. Dia menggandeng tanganku dan mengajakku untuk segera kestudio. oh Tuhan mimpi apa aku semalam. Kami mencari-cari tempat duduk kami. E3 dan E4 yak ketemu! Kami langsung duduk dan berbincang-bincang. Setelah beberapa menit film pun dimulai. Aku melihat jam. 22.30 WIB astaga sudah malam sekali, akupun merasa ngantuk. Dan tanpa sadar aku bersender dipundaknya dan…….aku tertidur.
                Aku terbangun, astaga sudah pagi. Dan kenapa aku bisa berada dikamar?astagaa siapa yang membawa ku kesini?bukankah semalam aku sedang menonton dengan cowo yang aku suka?jadi bener semua itu hanya mimpi? Akupun berlari kedapur untuk menemui mbok. Dan mbok menceritakan semuanya. Ternyata saat aku tertidur distudio, aku digendong ke mobil. Dan aku dibawa kerumah. Mbok bilang dia menulis sebuah surat buat ku dan ada di meja belajar. Aku langsung kembali ke kmar dan mencari sepucuk surat. Yap! Aku menemukannya.
                “ dear putrid tidur.
Selamat pagi putri, maaf aku tidak membangunkanmu, aku hanya tidak ingin memganggu tidur nyenyakmu itu. Aku tidak ingin menggangu mimpi indahmu. Tapi jujur, kamu lucu sekali saat tidur. Pipi mu yang chubby saat amat terlihat gemuk saat kau tidur. Bagaimana film kemarin?apakah seru?hehe maaf putri aku lupa kau tertidur. Hm bagaimana kalau hari ini kau menemaniku untuk mencari pick gitar ditoko musik? Hitung-hitung menggantikan yang semalam. Aku jemput kau pukul 12.00 WIB didepan rumah.
With love
Your mine”
                Astaga ternyata dia… betapa ingin melelehnya aku saat membaca surat itu. Ah aku takut ia hanya ingin member harapan palsu. Namun, ikuti saja permainannya. Lalu aku mandi dan bersiap.
                Sudah jam 11.45 WIB belum ada kabar dari dia. Sejujurnya aku tidak mengerti apa arti dari “your mine” aku belum resmi berpacaran, bahkan sebelum dia mengajakku pergi nonton dia tidak pernah pdkt dengan ku, menengur saja tidak apalagi smsan. Disekolah aku hanya bisa melihatnya diam-diam, menyukai dalam diam, senang dalam diam, bahkan jealous dalam diam. Ya aku suka memperhatikannya, dia sering sekali dikerubuni oleh cewek-cewek . jadi apa maksud dari semua ini? Hmm apa ini sebuah rencana untuk mempermainkanku? Tin..tin.. klakson berbunyi. Mobil itu lagi. Aku pamit ke mbok dan segera keluar dari rumah, masuk kedalam mobilnya dan pergi.
                Sesampainya di toko musik langganannya, ia memilih pick gitar yang sesuai dengan seleranya. Dan ia membeli beberapa senar dan membeli sarung gitar. Menurut dari yang dia ceritakan, adiknya yang kecil baru saja memutuskan senar gitar miliknya, bahkan pick gitarnya dibuang ke kolam ikan dan sarung gitarnya dijadikan lahan untuk berkarya dengan kerayon-kerayon milik adiknya. Tapi dengan bijak dia berkata “gapapa kok, dia kan anak kecil, biarkan dia berkarya” betapa baiknya dia. Ini membuat aku semakin menyukainya.
                Selasai membeli keperluannya dia mengajakku jalan-jalan ke sekeliling Jakarta. Dia banyak memberi tahu tempat-tempat yang bagus. Ya aku memang pindahan dari tanah batak. Jadi aku belum begitu tau tempat-tempat bagus yang harus dikunjungi. Hari mulai gelap, kami memutuskan untuk dinner disalah satu tempat pasta yang cukup terkenal. Aneh kenapa tempat ini sepi? Ah sudah biarkan saja. Mungkin tempat ini sudah tidak terkenal lagi, haha. Dia memutuskan untuk memilih tempat dipojok restaurant itu. Lalu memesan makanan. Selagi menunggu pesanan dia mengeluarkan “perlengkapannya” berserta gitar nya yang sedikit rusak. Ia memperbaikinya dengan cekatan dan surprise ! dia menyelesaikannya dengan cepat, dia sungguh lihai dalam musik terutama pada gitar. Pesanan datang dan tumben saya pesanan ini ditutupi oleh tudung yang terbuat dari bahan alumunium. Aku masih belum membuka pesanan itu. Yang aku anehkan lagi kenapa hanya pesanan aku saja yang diberi tudung saji? Namun ku abaikan pemikiranku itu. Aku masih memperhatikan dia yang sedang meng  steam gitar dan dia mengtest gitar dan harmonisasi dari setiap senar memberikan keindahan tersendiri. Dia mengambil pick gitar dan….dia mulai memainkan sebuah lagu. Lagu yang sering aku dengar bahkan aku sangat menyukai lagu ini. Lagu ini tidak asing bagiku.
                Dia memetik setiap senar dengan indah menyanyikan lagu untuk ku. Fix you dari codyplay. Astaga ini lagu yang selalu aku impikan. Aku selalu bermimpi dinyanyikan lagu ini oleh seorang lelaki yang aku sukai. Aku bermimpi! Ya aku mimpi! Tapi tidak lagi-lagi ada semut yang menggigit kakiku. Ya aku tidak bermimpi. Dia masih menyanyikan lagu itu dan menatap mata ku dengan cinta. Setelah selesai menyayikan lagu itu, dia membuka tudung saji berbahan alumunium itu dan aku kaget. Aku hanya melihat sebuah piring putih dan saus merah yang bertuliskan “would you be mine?” aku hanya bisa memandang piring itu. Lalu dia berkata “I’m 100% serious. Answer my question, please. Don’t make me nervouse with your confused face,haha” dan aku hanya tersenyum dan menitihkan air mata. Dia menjulurkan tangannya ke pipiku dan mengusap air mata ku “jangan nangis, aku tidak bisa melihat air mata mu jatuh. Tidak ada seorang bidadari yang menangis. Biar ku jelaskan. Aku menyukaimu saat pertama kali aku meliat kamu. Kamu baru saja pindah dari medan dan kamu beda. Lalu aku bertanya-tanya tentang kamu pada teman-temanmu. Dan ini hasilnya. Aku menyukaimu. Bahkan sekiranya aku menyayangimu. Jawab pertanyaanku yang ada dipiring itu. Jangan diam saja putrid tidur” penjelasan yang singkat namun aku menpercayai itu. Lalu aku mengambil piring putih yang bersih dan saus merah. Dan aku mulai mengukir kaya di piring itu “Absolutely, Yes” lalu dia berteriak histeris akibat kesenangan. Sangking histerisnya dia memelukku, memeluk dengan hangat. Kehangatan yang aku cari “Tuhan mimpiku menjadi kenyataan. Tolong  jaga mata dan hatinya, aku menyukainya, menyayanginya, bahkan sekitaranya aku mencintainya. Kami seagama, dan aku ingin bersamanya selamanya. Thank God” kata ku dalam hati. Dia melepaskan pelukan ku dan berkata “I love you so much and always do. I will give you my best and I never make you cry because of me. Thank God you give me Your little princess. I will keep her. You are the girl who I love after my mom and my grandma.  Don’t try to leave me alone. I hope God bless our relationship. Damn! I love you so much” lalu dia mengecup kening ku dengan cinta.
                Malam terindah, bukanhanya ada dimalam minggu. Tapi dimalam hari-hari lain indah juga. 14 februari memang hari valentine, namun semenjak ada dia disamping ku everyday is a valentine’s day. Aku hanya berharap dia selalu disampingku. Selamanya.
Jakarta, 19 oktober 2013 09.43 PM
With love

nita

Sabtu, 28 September 2013

masa lalu dan sekararang

Sudah 5 bulan ‘dia’ pergi meninggalkan ku, ‘dia’ pergi dengan sejuta kenangan yg indah kulalui bersamanya. Sekarang ‘dia’ telah tenang disana bersama Bapa diSorga sana. Mungkin sekarang dia sedang tersenyum melihat ku yg sedang menangis disela-sela hujan. Ya hujan adalah kenangan bagi ku dan ‘dia’. Hujan adalah tempat dimana pertama kali aku bertemu dengannya,lebih tepatnya aku tidak sengaja untuk bertemu,hanya hal sepele. Kami bertabrakan disaat kami sama-sama mencari tempat untuk berteduh.
Panjang ceritanya kalau saja aku menceritakan kejadian lucu itu,tapi dari kejadian itulah aku bertemu dengannya. Seseorang yg membuat aku nyaman,padahal dia hanya memberikan ku sebuah jaket yg padahal basah. Tapi itu yg membuat aku nyaman dengannya,sebuah pengorbanan kecil yg buat hatiku kelepek-kelepek. Kalau kata orang jaman sekarang ‘jatuh cinta pada pandangan pertama’.
Aku dan ‘dia’ mengalami masa PDKT selama 2 bulan. 2 bulan masa-masa terindah yang pernah aku lalui. Hanya 2 bulan dan setelah itu ‘dia’ memberanikan diri untuk menyatakan perasannya padaku. Rasa senang bercampur jadi satu.  16 bulan kami menjalani hubungan ini. berbagai macam rintangan pun kami lalui. Mulai dari banyak perempuan yang mendekatinya, ‘dia’ sibuk dengan organisasi yang sedang ia jalani, bahkan sampai perbedaan agama yang kami anut. Namun perbedaan dan kesibukan itu yang membuat aku dan dia semakin menyatu.
Di bulan ke 17 kami mengalami perselisihan yg sangat besar,hingga akhirnya kami mengakhiri hubungan kami. Memang aku yg mengakhirinya,namun alasan ku jelas. Bulan pertama kami putus kami lalui dengan seperti ‘abang adek’ namun dibulan-bulan selanjutnya,tibatiba saja dia pergi tanpa kabar. Hampir 3 bulan setelah itu ‘dia’ menghilang bagai ditelan bumi. Aku sempat bertanya pada keluarganya, namun keluarganya berkata ia sedang pergi keluar kota. Bingung aku mencari ‘dia’ kemana, namun Tuhan memberikan jalan. Akhirnya aku dipertemukan dengan adik perempuannya, betapa kagetnya aku ketika mengetahui ‘dia’ ternyata sedang terbaring lemah dirumah sakit. Selama ini dia mengidap kanker otak stadium 4.
Setelah mendapatkan alamat rumah sakit dimana dia dirawat, aku langsung menuju rumah sakit itu keesokan harinya . Dengan membawa bunga segar dan miniature gitar untuknya aku datang dengan penuh senyuman. Berharap ‘dia’ senang dengan kedatangan ku. Dan untuk kedua kalinya aku kaget bukan main. Aku melihat seorang lelaki tertidur sangat pulas, mukanya pucat namun tetap manis. ‘Dia’ dikelilingi saudara-saudaranya yang sedang menangis. Aku juga melihat mami dan papinya menangis tersedu-sedu. Aku sempat berfikir “ada apa ini?mungkin aku salah kamar atau mami dan papinya salah menangisi seseorang” namun aku penasaran, aku mendekati lelaki yang sedang tertidur pulas itu.  Tuhan apakah ini mimpi? Kalau ini mimpi bangunkanlah aku dari mimpi buruk ini Tuhan. Sayangnya, ini bukan mimpi. Ini kenyataan. Tidak bisa ku pungkiri, ternyata itu ‘dia’. Lelaku ku itu terbujur ditempat tidur, ‘dia’ yang tampak manis tertidur pulas, sangking pulasnya dia tidak mendengar banyak orang yang disayanginya sedang menangisi ‘dia’. ‘Dia’ benar-benar meninggalkan ku, ‘dia’ meninggalkan ku untuk selama-lamanya.
Hari terus berlalu,sekarang 5 bulan setelah kepergiannya. Aku masih merindukannya. Aku masih mencintainya. Aku masih berharap dia terbangun dari tidur pulasnya itu. Aku masih berharap kalau kepergiannya itu hanyalah mimpi. Namun lagi-lagi aku harus menerima kenyataan, kalau ‘dia’ telah pergi untuk selama-lamanya. Keadaan di kota ini semakin membuat aku galau, kota ini semakin mengingatkanku pada ‘dia’. Setelah berunding dengan mama dan papa. Akhirnya aku memutuskan untuk pindah ke kota lain. Dan untuk memulai hidup baru tanpa dirinya.
Setelah mengurus semua keperluan pindah sekolah. aku memutuskan untuk ngekost di dekat sekolah baru ku, hanya 5 menit untuk sampai di sekolah. Pagi yang cerah untuk bersekolah,  aku pergi kesekolah baru ku dengan berjalan kaki. Aku pergi kesekolah tempat dimana aku akan menemukan kesenangan baru ku. Hmm sekolahnya cukup nyaman, cukup untuk membantuku melupakan dia. Anak anak disekolah ini juga cukup friendly . cukup juga untuk membantuku melupakan kesedihan dan menemuhan kebahagiaan. Ini aku, dengan kehidupan ku yg baru.
Sudah seminggu aku bersekolah disini. Lonceng telah berbunyi, aku masuk kekelas agak telat. Dan ternyata guruku telah masuk terlebih dahulu,ia berdiri didepan kelas bersama seorang lelaki. Aku berfikir “ah mungkin itu anak baru”. Aku langsung memberi salam pada guru ku tanpa melihat muka anak baru itu.  Aku duduk dibangku favorite ku, ya tepatnya dipojok paling belakang.Jujur saja aku penasaran dengan lelaki yang belum jelas mukanya aku liat. Setelah beberapa menit anak baru itu berbicara dengan guru ku. Dia membalikkan badan ke anak-anak di kelas dan mulai memperkenalkan dirinya.
Namun sangat aneh bagiku ketika melihat sosok lelaki itu. Entah mengapa, semakin aku melihat anak baru itu, aku seperti melihat masa lalu ku. Hidung mancung,mata sipit,kulit putih,tinggi, dan cool. Ia seperti…..ya iya seperti ‘dia’. Aku menatap anak baru itu sangat lama, aku menatapnya lekat-lekat astaga mirip sekali. Tanpa sadar aku meneteskan air mata. “ya Tuhan aku rindu dia,apakah ini jawaban akan doa ku?” seruku dalam hati. Selama pelajaran aku tidak konsen mendengarkannya, aku hanya memikirkan anak baru itu dan ‘dia’.
Setelah aku selidiki ternyata namanya Made, ia pindahan dari pulau Dewata Bali. Ia sama dengan ‘dia’, ia professional dalam memainkan gitar, makanan kesukaannya Udang tepung, ia suka memakai baju hitam dan putih. Ia hanya memiliki satu adik. Dan yang anehnya, Ia pindah kesini karna ingin melupakan masa lalunya bersama kekasihnya yang sudah meninggalkan dia untuk selama-lamanya. Aneh. Aku tidak mengerti kenapa ini terjadi.
Setelah beberapa lama aku dan sang anak baru memulai pertemanan, persahabatan lah akhir dari ini. Aku dan ia bersahabat sangat baik. Tapi entah mengapa aku seperti melihat kembali sosok yang lalu. Sahabatku ini mirip sekali dengan dia. Aku tak mengerti, tapi yang jelas aku nyaman dengannya sekarang.  Sangat nyaman dan aku tak ingin kehilangan sahabatku yang satu ini. Dan aku tak ingin dia meninggalkan ku seperti yang pernah ‘dia’ lakukan kepadaku.
Aku tidak tau apa maksud dari semua ini, mungkin Tuhan ingin melihat aku tersenyum lagi. Dan akhirnya Ia mengirimkan aku seorang lelaki yg mirip dengan ‘dia’. Tuhan ingin aku melupakan ‘dia’,tapi apa daya,aku tidak dapat melupakan ‘dia’ yg telah mengisi hari-hari ku. Aku tidak dapat melupakan dia yg selalu ada disaat aku membutuhkannya. Bagaimana mungkin aku melupakan ‘dia’  yang sudah mengisi hampir 20 bulan dalam hidupku. Bagaimana mungkin aku melupakan seseorang yang membuat aku mengerti akan hidup ini. Aku tidak dapat melupakan ‘dia’.
‘dia’ yang selalu mengajariku bahwa kita haru selalu bersyukur akan apa yang telah Tuhan berikan kepada ku.